**MaTeRi siaRaN** « -.-Some Simple Page To Speak Out My Mind-.-

Saturday, June 17, 2006

**MaTeRi siaRaN**

Awal tahun ini Alhamdulillah aq menyelesaikan strata satu di jurusan psikologi walaupun masih tercatat sebagai mahasiswa program akta.Sekarang seeh kalau dibilang nganggur tapi ko waktu luang hanya sabtu minggu, kalo dibilang ngga' nganggur ko'keuangan tak juga membaik hehehe…tapi tentunya kesibukan qu amat sangat menyenang kan qurasakan. Salah satu dari sekian kesibukanqu adalah mengisi siaran di RADIO ANAK JOGJA 1188AM di acara PANDA DIALOG setiap hari kamis jam 10.00am (sementara masih di gelombang AM tapi mo pindah ke FM soon). Now I'll share my topic on:

 

Materi 1 : Memilih Mainan Si Kecil

Usia 5 tahun pertama adalah usia yang sangat menentukan bagi seorang anak. Usia ini biasa disebut dengan Golden Age atau usia emas. Mengapa disebut Usia Emas?hal ini dikarenakan pada usia itu aspek kognitif, fisik, motorik, dan psikososial seorang anak berkembang secara pesat. Nah untuk itu diperlukan stumulasi-stimulasi yang mampu mengoptimalkan seluruh aspek tersebut agar seorang anak kelak juga mampu menjadi pribadi yang matang sehingga kelak mampu menjadi pribadi yang matang, bertanggung jawab, mampu menghadapi segala permasalahan dalam hidupnya.

      Salah satu cara mengoptimalkan kemampuan kognitif, fisik, motorik, dan psikososial seorang anak adalah dengan menstimulasi nya, salah satu alat ataupun sarana menstimulasinya adalah dengan mainan ataupun permainan.

 

Pada dasarnya mainan mempunyai manfaat antara lain:

  • Untuk mengoptimalkan perkembangan fisik dan mental anak.
  • Memenuhi kebutuhan emosi anak
  • Mengembangkan kreatifita dan kemampuan bahasa anak.
  • Serta membantu proses sosialisasi anak.

Selain itu dalam memilih mainan paling tidak ada 2 hal yang perlu diperhatikan (Fawzia aswin dosen UI):

  • Mainan yang baik itu punya manfaat tertentu sesuai dengan usia dan tingkat perkembangan anak
  • Mampu membuat anak asyik dan aktif bermain yang meliputi, barangnya awet, aman (tidak mengelurkan suara yang keras dan tidak ada bagian yang mudah tertelan atau terhisap, tidak tajam, tidak menjepit, tidak menimbulkan api dan tidak beracun).

Memilih mainan buat si kecil ternyata gampang-gampang susah, apalagi yang beredar di pasaran jenisnya macam-macam. Untuk itu diperlukan sikap hati hati dan bijaksana. Pertanyaannya kemudian jenis mainan macam apa yang cocok untuk usia tertentu??

Untuk memilih mainan yang sesuai dengan usia dan tingkat perkembangan anak, bisa dibagi menjadi 3:

  1. Mainan untuk tahap sensorik motorik (0-2­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­th)

Pada tahap ini anak sudah bisa menikmati gerakan demi gerakan, dalam tafaf belajar menguasai dan mengkoordinasikan ketrampilan motorik halus dan motorik kasar. Dalam bermain anak mulaii mempraktekan dan mengendalikan gerakanya serta menggali pengalaman dengan penglihatan, suara, sentuhan (tahap bermain penguasaan/mastery play).

Jadi sejak usia 2-3 bulan ketika anak sudah mulai bisa diajak berkomunikasi atau bereaksi terhadap keadaan sekitarnya (ex:gerakan tangan atau permainan mimic sang ibu)maka anak sudah bisa diberi mainan.

#Pada tahap ini mainan sebaiknya yang taha banting, tidak mudah tertelan, mengandung unsur warna tapi tidak beracun, bisa di gigit-gigit, di banting, di putar2x atau di pukul2x.

>Mainan yang bisa mengembangkan sensorik, merangsang gerakan dan konsentrasi mata serta bekajar menggapai dan mengenalkan warna èmainan yang berbau dan berwarna, ex: mainan yang digantung di boks dengan berbagai warna.

>Mainan yang bisa membantu perkembangan motorik halus dan kasarèmainan yang bisa membuat anak menggerakkan seluruh anggota badan., ex:motorik halus=bola, kantong berisi biji-bijian, kardus dengan berbagai ukuran etc, motorik halus=lilin (was), air, pasir, pazel sederhana.

Selepas ini perkembangan anak tidak berhenti sampai disini, maka perlu diperkaya lagi sesuai dengan perkembangan kemapuan motoriknya tersebut misalnya dengan sepeda roda tiga, menyusun manik etc.

  1. Mainan tahap pra operasional (2-7th)

Pada tahap ini anak sudah menggunakan symbol dan bermain mempelajari bahasa dan belajar membuat sesuatu, ex:

#Anak usia  3th è lebih suka bermain dalam kelompok kecil dan mempelajari kehidupan dengan permainan berpura-pura (make belive play) anak juga mulai dapat mengucapkan kalimat sederhana tentang sesuatu yang dilihatnya dalam gambar dan bertanya jawab oleh karena itu diperlukan orang tua yang mau bercerita pada anak soal apa saja yang di lihat di dengar bahkan yang dirusaknya.

è selain itu pada tahap ini anak mulai mempraktekan beberapa ketrampilan barunya seperti menamai, mencocokan, menebak, atau membandingkan.

è Anak juga menyukai aktifitas fisik, bergerak kesana-kemari untuk mengembangkan motorik kasar dan halus seperti belajar masuk, keluar, naik turun.

#Anak usia 5thanè mulai memerlukan neteri kreatif maka diperlukannya alat-alat bermain yang bersifat edukatif (APE) missal;

è Untuk mengenalkan pada alam bisa dengan: kaca pembesar, air, pasir, tempat makan burung, berbagai daun dan bunga àmainan yang berasal dari alam.

èUntuk mengenal penjumlahan bisa dengan: papan dengan katu nomor, wadah dengan berbagai bentuk dan ukuran, benda-benda kecil untuk di hitung, atau kertas/gambar bertuliskan angka.

è Untuk mengenalkan panca indera bisa dengan : mainan yang berbau, bisa dicium, bnisa juga dari makanan yang memiliki aneka rasa(manis, asam , asin), kotak berlubang untuk meraba benda di dalamnya.

  1. Mainan untuk tahap operasional (7tn >)

Pada tahap ini diperlukan mainan yang yang menumbuhkan atau mengembangkan kretifitas dan sosiali anak, untuk itu bisa diberikan mainan yang sifatnya manipulatif seperti

è mainan seni : lilin (was), kertas yang disertai lem (kolase=menempel), cat air, cat tangan etc.

è Seni musik     : instrument musik bikinan sendiri

è Mengenal bentuk dan ukuran: kubus, kerucut, tabung, binatang, orang-orangan, rumah besrta perabotnya.

è Mengenalkan kendaraan: kereta dari kulit jeruk etc

Agar kreatifitas anak tumbuh dan berkembang harus pula diciptakan pola bermain dalam satu kesatuan dengan keluarga yaitu bisa dengan mengajak anak2x secara bersama-sama abermain yang melibatkan proses kreatif (ex membuat kue, berkebun etc)

è Mainan yang melatih proses bersosialisasi seperti dakon (congklak), lompatan, kelereng, bentik.

 

PANTINGNYA PERAN ORANG TUA

Peran mainan dalam perkembangan anak sebenarnya cuma sebagai alat bantu bukan sebagai pengganti peran orang tua. Di satu pihak mainan itu penting bagi si anak tapi di lain pihak mainan bukan segala-galanya buar anak (kak seto).

Jadi dalam bermain sebetulnya anak tetap memerlukan pendamping namun keterlibatan orang tua secara berlebihan juga kurang baik sebab tujuan memberikan maian mainan malah tidak tercapai.

# Yang namanya alat bermain tidak harus mainan, bahkan buku pun bisa dijadikan sebagai alat bermain missal di susun2x menjadi terowongan. Setelah anak senang maka citra buku akan jadi positif sehingga mulailah anak lihat gambarnya lalu ortu membacakannya sehingga lama-lama I kecil akan senang membaca.

# Mainan untuk balita tidak terlalu memperhatikan gender karena seiring dengan perkembangan secara alamiah akan tau sendiri.

# Mainan yang berteknologi canggih yang harganya mahalpun tidak tidak perlu terlalu dicurigai seperti mainan video game dll, juga punya sisi baik yaitu melatih koordinasi otot mata dan tangan , pemecahan masalah (strategi) karena didalamnya bisa mengembangkan kemampuan kognitif anak, maksutnya anak di tuntutmengatur strategi untuk menyelesaikan permaian dengan baik, walaupun mainan ini sangat kurang dalam sisis soaial atao kurang melatih anak untuk bersosialisasi.

# Ada baiknya ortu juga berkompromi dengan anak dalam memilih mainan yang di berikan benar-benar bisa dipakai bermain dan bermanfaat dan dijelaskan pada anak mengapa mainan yang diminta naka tidak diberikan sehingga anak diajak bernalar.

 

Materi 2 : Pemulihan Trauma pada Anak Korban Gempa

Saat terjadi gempa warga seperti dia hadapkan pada shoc terapi...yang di saat berpusat pada merapi yang berada di utara ternyata terjadi bencana yang datang nya dari arah selatan yang memuluh lantahkan rumah penduduk dan tak sedikit memakan korban jiwa. maka trauma dirasakan sangat mendalam. Nah bayangkan saja jika hal tersebut terjadi pada anak-anak dimana mereka melihat didepan mata meraka rumah-rumah robooh secara bergantian, kehilangan saudara dan kehilangan tempat bermain mereka. Trauma bukan semata gejala kejiwaan yang bersifat individual. Trauma muncul kibat dari saling keterkaitan antara ingatan sosial dan ingatan pribadi tentang peristiwa terjadi yang menggoncang eksistensi kejiwaan. Sigmund Frued memperjelas bahwa trauma ialah suatu ingatan yang merepresi.

Mengapa diperlukan pemuliahan? Karena apabila gangguan tarauma walaupun Cuma ringan tidak segera dipulihkan maka lama-lama tidak menutup kemungkinan akan menjadi gejala berlajut yang menjadi kronis dan dampak trauma pada anak akan lebih besar dilami oleh anak –anak daripada orang tua karena mereka kehilangantempat bermain mereka.

Gejala trauma pada anak :

a. Trauma ringan :

  • Kekhawatiran
  • Ketakutan
  • Kaget jika mendengar sura-suara keras

b. Trauma berat

  • Tidak mau makan
  • Tidak bisa tidur
  • Jantung berdebar kencang
  • Tidak mau ditinggal sendirian dalam jangka waktu yang lama

Gejala ini biasanya terjadi secara tiba-tiba.

Pemulihan ataupun penangannya:

Pada dasarnya bisa dilakukan dengan mengajak anak untuk mencoba mengalihkan ingatan-ingatan anak ke hal hal yang indah dan menyenangkan.beberapa diantaranya adalah dengan :

  • Art Therapy, seperti melukis, menggambar, mewarnai, berpuisi dan kegiatan sejenis lainnya. Yang terutama adalah menggambar karena gambarpun bisanya juga mampu digunakan sebagai alat diagnostik
  • Body Work, bisa dilakukan dengan olah raga, relaksasi ringan (pernapasan perut) yoga yang gerakannya bisa dilakukan olah anak-anak.
  • Imagery, dengan pembayangan atau sugesti diri
  • Cognitive therapy, bisa dilakukan dengan bermain secara kelompok yang membutuhkan sesuatu untuk diselesaikan secara bersama-sama.
  • Exspresive therapy, dengan permainan, menyanyi, menari dan lain lain.

Apa seeh yang dapat diberikan orang tua ataupun guru untuk upaya pendampingan untuk pemulihan :

  • Jangan terburu buru untuk menumbuhkan motovasi belajar pada anak karena itu adalah suatu proses. Yng terpenting adalah alihkan ingatan anak untuk mengarah pada hal-hal yang mampu membuatnya senang ajadi intinya anak mencoba diceriakan lagi baru setelah itu diajak bermain secara berkelompompok yang di dalam permainan itu disisipkan hal-hal yang mampu menrefresh lagi ingatan akademiknya sehingga lambat laun akan muncul motifasi belajar pada anak.
  • Berbicara pada anak bagaimana perasaan anak dan sharing kan juga perasaan kita, pada intinya kitaharus mampu menjadi teman yang baik bagi anak.
  • Berikan anak setuhan kasih saying secara fisik maupun emosional seperti dekapan, rangkulan dll sehingga anak merasa aman dan nyaman.
  • Bermain bersama dan melakukan kegiatan bersama yang menyenangkan untuk menggantikan perasaan takut.
  • Mengajak teknik-teknik olahraga sederahana dan pernafasan.
  • Memberikan kesempatan pada anak untuk menyalurkan kecemasan ataupun ketakutan mereka dalam bentuk cerita ataupun hal yang lain.

Inti dari pemulihan ini adalah sebagai orang tua harus menerima keadaan anak dan harus sabar serta ikhlas dan melakukan kegiatan rumah senormal mungkin sehingga anak merasa memiliki tempat untuk berlindung. Selain itu, orang tua juga harus menunjukkan ekspresi setenang dan sewajar mungkin karena anak juga mampu melihat itu. Bagaimana kita bisa mengurangi rasa takut anak jika orang tua sendiri sering mumunculkan ketakutan.

 

Semoga saja beberapa naskah yang pernah aq sampaikan dalam siaran itu dapat bermanfaat bagi siapa saja. Naskah lain akan aq posting nex time. Aq hanya manusia biasa yang tak luput dari khilaf.

Terimakasih

 

Alhamdulillahirabbilalamiim


qqyuth was here at 04:52 pm |

khairatna bayu
December 6, 2006   12:12 PM PST
 
kayaknya materinya kurang banyak.masa school nya kurang di bahas
tolong dibahas ya....

diancassadidunk
August 16, 2006   01:37 PM PDT
 
Heiy..lam knal...
aku lagi buka google mo nyari topik bwt seminar (bab I skripsi). Sekarang aku smster 7 di psikologi atma jakarta. Lagi bingung banget niy nyari topik seminar. Aku berminat banget sama anak-anak, kebetulan aku juga pendamping anak-anak jalanan. Dan aku juga tertarik dengan PTSD. Naah...penginnya siy di skripsi nanti aku bahas ttg PTSD pada anak-anak. Tapi....gosip2nya topik itu susah banget, sedangkan aku sadar kemampuan diri aku ga sebesar itu. Aku cuma mahasiswa psiko biasa di kampus ini. Duuh...gimana yaa... deadline kumpul draft proposal seminarnya tgl 25 agustus nanti. Tapi aku masih bingung2 sama topik. Kalo kamu bersedia bantu aku, apa aja....saran lah...nasehat...atau usulan topik, tolong email aja yaa ke dhee_dlo9@yahoo.com.

sebelumnya makasih banget niy.....
blog kamu keren ^_^
diancassadidunk
August 16, 2006   01:37 PM PDT
 
Heiy..lam knal...
aku lagi buka google mo nyari topik bwt seminar (bab I skripsi). Sekarang aku smster 7 di psikologi atma jakarta. Lagi bingung banget niy nyari topik seminar. Aku berminat banget sama anak-anak, kebetulan aku juga pendamping anak-anak jalanan. Dan aku juga tertarik dengan PTSD. Naah...penginnya siy di skripsi nanti aku bahas ttg PTSD pada anak-anak. Tapi....gosip2nya topik itu susah banget, sedangkan aku sadar kemampuan diri aku ga sebesar itu. Aku cuma mahasiswa psiko biasa di kampus ini. Duuh...gimana yaa... deadline kumpul draft proposal seminarnya tgl 25 agustus nanti. Tapi aku masih bingung2 sama topik. Kalo kamu bersedia bantu aku, apa aja....saran lah...nasehat...atau usulan topik, tolong email aja yaa ke dhee_dlo9@yahoo.com.

sebelumnya makasih banget niy.....
blog kamu keren ^_^
|

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




- - - - - - - ~ - - - - - - - ~ - - - - - - - ~ - - - - - - -

Previous Entry Home Next Entry

about

"~" It's me of mine "~"

Welkom ya syemua...
Aku adalah miliku
Yang tidak tertutup untuk sesuatu
Aku adalah sesuatu yang lahir 21 tahun yang lalu
Aku adalah miliku yang ada di jogja
Secoret kata adalah yang aku harapkan dari kamu
#_# Thanxs fur coming #_#

Sign In

Just Intro

Pungky Rima Syafitri
e-mail & friendster: qqyuth@yahoo.com

Friends


  • Abdul
  • Achehnese
  • Affan
  • Alice
  • Arie
  • Arwen
  • Bahtiar
  • Bang Ahmad
  • Bodi
  • Dee-dee
  • FaNNie
  • Guntur
  • Hadi
  • Irfan
  • Noenky
  • Perca
  • Prazz
  • Rachel
  • Rani
  • Tusuk Gigi
  • Read

    Artikel Psikologi
    KamusPsikologi
    Kamus Inggris
    Intisari Qur'an
    Zenith Cafe
    Psikologi
    UAD

    tagboard

       
    Contact Me

    If you want to be updated on this weblog Enter your email here:

    calendar

    << June 2006 >>
    Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
     01 02 03
    04 05 06 07 08 09 10
    11 12 13 14 15 16 17
    18 19 20 21 22 23 24
    25 26 27 28 29 30



    BLOGDRIVE
    TEMPLATES