|
Tanggal 27 mei 2006 saat kulihat jam di dinding kurang lebih pukul 05.55 pagi (angka cantik tapi memilukan ya beberapa hari kemudian aq yang mencoba menghilangkan rasa takut yang masih ada mencoba membantu untuk membantu orang lain yang mejadi korban untuk setidaknya mengurangi rasa takut.....kebetulan aq bergabung dengan relawan Tim Psikologi UGM untuk melakukan pendampingan trauma pasca gempa....yang kebetulan aq ditempatkan di sebuah rumah sakit Muhammadiyah untuk membantu pasien disana. Hari pertama qt abaru mengadakan penyisiran atau screning pasien untuk melihat kesakitan fisik, gejala psikologis, malekukan observasi serta wawancara pada pasien maupun keluarga yang menunggi untuk kemudian di follow up kemudian. Kebetulan aq ditempatkan di suatu bangsal yang kebetulan juga berisi pasien anak-anak, hari pertama aq just say hello pada mereka mengajak anak berkenalan sehingga akan lebih mudah nantinuya untuk melakukan pendekatan lebih lanjut. Disana aq merasa sangat tertantang, tertantang untuk mengendalikan perasaanqu sendiri, mengendalikan airmata yang setiap kali aq selesai kelar dari kamar menetes satu demi satu (dan jika merasa aq tak dapat menahan aq keluar dari bangsal itu untuk meluapkan rasa ibaqu dengan selembar tisu. .....Menyapa anak usia 3,5 tahun yang menangis menahan sakit karena cedera yang mengharuskannya di gips dar usung kaki kiri hingga sebatas perut (yang pada hari kediua anak ini sudah mulai mau merespon perkataanqu), .....Mengajak ngorol gadis kecil berusia 6 tahun yang tulang pahanya patah serta alat kelaminya sobek karena tertancap serpihan kayu jati dirumahnya (anak ini cukup mampu diajak berkomunikasi bahkan meminta qu akan keinginanya untuk segera dibuka jahitanya agar pipisnya enak) .....Menyaksika seotang anak kelas 5 sd yang tertidur tapi sesekali terhentak dan bola mata yang terlihat tidak tenang .....Mendengarkan seorang bapak yang mengeluhkan keadaan anak dan istrinya yang mati rasa pada kedua kaki serta cedera pada pungung sedang kan dia sendiri (Bapak) yang hanya memar pada bagian dekat mata. .....Serta banyak lagi keluhan, ucapan pilu serta perilaku yang aq rasakan dan liat saat di disana Sampai sekarang aq masih berusaha semampuqu untuk membatu anak anak yang dirawat di rumahsakit itu. |